Memaparkan catatan dengan label Bibit Durian BAWOR. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Bibit Durian BAWOR. Papar semua catatan

Sabtu, 18 Mei 2019



Durian Bawor itu biasa seperti durian lainnya
Sayangnya...
Durian Bawor itu tidak cuman enak, tapi eunak banget!
Apalagi warna daging buahnya begitu ngangenin
bikin tangan kita nggak bisa nahan
Biar cuma untuk difoto dulu
Tangan kita gatal
Bak kucing menerkam tikus
secepat kilat
trus dilumat......
Rasanya sulit untuk diceritakan
tapi mudah dirasakan
Yang langsung krasa adalah lemaknya
yang tembem kayak lemak sapi
tebel....tebeelllll
langsung mencair begitu dimakan
memenuhi mulut dan bibir kita
terkadang muncrat
Woww!!
Gigi kita bebas menggigit gigit
daging duriannya yang lembut
namun gagal mencari bijinya
yang tipis
baru di gigitan terakhir biji itupun muncul
seperti slilit saja
tipis tak berarti!
Trus terang saya suka manis Bawornya
nggak terlalu manis
buat saya yang mulai ngrasa tua
ini cucok!
tidak ngilu diantara gigi yang goyah
Hehheeheee....

Ahad, 23 September 2018




Anak-anak saya suka sama durian, meski begitu bila saya keliru memilihkan jenisnya.....mereka cuma sedikit mencicipi rasanya dan kemudian kabur. Mereka tak peduli saya yang terbengong-bengong terlanjur bawa banyak durian untuk mereka; trus siapa yang mau memakannya nich?

Sejak itu saya hati-hati memilihkan durian untuk mereka. Biasanya mereka tidak suka dengan durian yang pahit, tipis daging buahnya, warna daging putih pucat (nggak selera), bau menyengat dan krasa kayak banyak alkoholnya. Mereka memilih yang tebel daging buahnya namun lembut, warna kuning/ orange ngejreng dan rasanya maniss legit aja. Biasanya itu terdapat pada durian-durian bangkok! Namun dengan makin mengenalnya durian-durian top dunia yang lain seperti durian Musangking, Duri Hitam dan Bawor. Mereka pun mulai pindah ke lain hati! Dan sepertinya durian Bawor jadi pilihan nomer 1 buat mereka. Kok bisa?

Ternyata durian Bawor punya cita rasa yang khas banget yang tidak dipunyai durian lain. Rasa itu begitu menyeruak di lidah bercapur baur dan meletup-letup di rongga mulut bak kembang api...hehhhe. Kok bisa sich? Bayangkan aja, durian yang satu ini di indukkannya aja punya 26 kaki yang terdiri dari durian-durian unggul nusantara yang berbeda. Ada durian legit Petruk, durian Menoreh kuning, durian Si Kirik...bahkan durian Kumbo Karno yang pahit. Dari kaki-kaki ini lah tercipta rasa NANO-NANO yang spesial dan bikin anak-anak kita happy. Pantesan!!!!

Isnin, 9 Oktober 2017


Penjualan bibit durian Bawor dan durian Musangking yang merajai pembibitan kita selama bertahun-tahun, tiba-tiba ada bibit durian lain yang bila diperhatikan di pasaran 2 tahun terakhir ini melesat terus penjualannya, baik di tingkat eceran apalagi di proyek2 resmi pemerintah. Meski kontroversial, kta harus realistis....gondrong pokoke! Durian itu bernama Durian Kromo.....entah lah apakah karena sudah memegang sertifikasi ya? Atau karena isunya merupakan durian Monthong yang berkamuflase aja? Kok bisa meroket gitu....namun durian ini ternyata punya cerita yang panjang sekali dan lucu sebelum bisa naik ke atas seperti ini. Nyok kita ikuti awal2 kesuksesannya dulu:
Harus diakui, gara-gara ulah mbah Kromo dari Banyumas dulu maka dunia perjagadan durian Monthong yang sedang berada di puncak waktu itu jadi kacau balau. Bagaimana tidak? Saya yang sejak kecil bergelut dengan Mointhong aja dibuat bingung setengah mati. Mana yang benar ya?
Awalnya sich cuman crita jalan-jalannya mbah Kromo di supermarket dan melihat durian Monthong yang manis dan terkenal itu......maka tercetuslah ide brilian: bagaimana bila durian lokal miliknya yang berwarna orange di rumah dan bentuk fisik buahnya sedahsyat durian Monthong itu DIBERI NAMA MONTHONG ORANGE aja?
Yang terjadi kemudian, efeknya sungguh luar biasa....durian orangenya pak Kromo pun dikenal dimana-mana sebagai bagian dari deretan durian bangkok yang masuk ke Indonesia, bukan durian lokal. Bahkan di Banyumas sendiri, orang2 menyebutnya sebagai durian Monthong saja....
Dan lucunya, ketika bibit durian Monthong yang asli masuk ke Banyumas.....orang2 menyebutnya sebagai durian Kanee. Badalahhhh.....mumet!
Nah, sejak saat itu.....kebingungan massal pun terjadi. Orang di luar Banyumas pun banyak yang latah dan menyebutnya sebagai durian Monthong jugak, namun diberi embel2. Ada yang menyebut Monthong daun pendek, Monthong pahit, Monthong Golden King dan sebagainya. Tragisnya.....orang awampun jadi bingung mana Monthong yang asli?? Apalagi durian milik mbah Kromo makin kesohor setelah ada yang mendaulatnya sebagai batang atasnya durian Bawor. Makin runyam kan?
Pak Sarno sendiri sebagai pemilik sah durian Bawor kekeh bilang bahwa durian Bawor ada 2 jenis, yang daun panjang dan pendek. Jan bingung tenan....muntah!!
Yang paling PARAH....di sosmed ada yang menuntut keras dan menyebut secara ngawur dan bodon tenan.....bahwa durian Monthong itu berasal dari mbah Kromo Banyumas. Halahhh...
Maka perburuan selama 3 tahun saya menjadi penelusuran kejelasan asal durian terpanjang yang pernah saya lakukan.
Awalnya saya langsung melacak ke RC Getas sebagai gudangnya induk2an durian Bangkok di tahun 80-an (sayang...kini tak bersisa). Soalnya banyak orang Banyumas yang dolan ke sini. Terlihat mirip durian Kanjo yang dikenal di sana (meski kemudian terbukti bukan durian Kanjo), namun setelah merasa kan buah dan melihat warna daging buah durian Kanjonya itu rasanya kok lain ya? Selain the three musketeers: durian Kanjo, Montong dan Kanee....sebetulnya durian Thailand juga punya durian Bangkok 1, Bangkok 2 dan Bangkok 3.......sayang koleksi itu sudah sulit dicari turunannya di sekitar RC Getas.
Penelusuran selanjutnya langsung ke petani-petani durian di Banyumas......meski lugu, namun aroma saling menutupi dan crita2 berbau agak bohong, maaf saling menjelek2kan rada kentara di sini. Ada gap di antara mereka sendiri. Ini membuat saya mutung......penelusuran langsung saya hentikan!
Kira2 8 bulan yang lalu saya lanjutkan lagi perburuannya lagi setelah tahu pamor durian Kromo meroket dari beberapa sumber......perburuan pun dimulai ke beberapa pusat pembibitan seperti Salaman dan Majalengka. Namun hasilnya malah makin membingungkan. Barulah setelah saya brani nglembur di perpustakaan2 termasuk di almamater saya di Lembaga pendidikan Pekebunan Jogja. Titik terang mulai kelihatan meski saya belum bisa memastikan apakah durian Kromo asli itu lokal, introduksi atau persilangan alam seperti durian pelangi Manukwari. Yang jelas itu bukan durian Monthong....titik! hehhhee.
Final, baru kemarin saya sowan ke mbah Kromo yang jalannya tinggi menanjak dan harus menyeberangi sungai itu. Pengakuan mbah Kromo di awal tulisan ini tentang jalan2 di supermarket dan ulahnya itu membuka segalanya. Durian Kromo yang fenomenal itu jelas2 bukan durian Monthong. Namun melihat KEDAHSYATAN produksinya, baik kualitas maupun kuantitasnya yang ngedap-ngedapi jelas ini bukan durian biasa. Ada sesuatu yang MISTERI....
Pengakuan mbah Kromo dan anaknya (mas Roni) sendiri jelas bahwa durian kromo berasal dari indukkan yang sudah mati akibat petir. Sedangkan indukkan sekarang adalah turunannya asli yang sama persis dengan indukkannya yang dulu.
Katahanan terhadap hama dan penyakit, serta umurnya yang sampek puluhan tahun membuat saya yakin bisa jadi itu memang durian lokal super.
Dan yang jelas sekarang.....ulah nakal mbah Kromo berbuah maniskan?...
Durian Kromo mulai dikenal dan terus diakui, bahkan sebagai durian terhebat tahun ini......mengalahkan durian Musangking yang sudah bertengger 2 tahun berturut2....salut!!!
Durian Kromo jelas ENDAP (enak dan sedap).....tak tertandingi soal perpaduan warna buah yang orange menggoda, rasanya yang begitu nikmat, buahnya yang jumbo dan produksinya yang menjijikkan (buanyak banget), susul menyusul. Soalnya saya rada takut dan melongo kalau lihat buahnya dari bawah yang ting gemrandul itu meski postur pohon durian Kromonya masih kecil. Yang jelas saya hanya bisa menyimpulkan dari para pembeli bibit durian Kromo yang mulai inden; DURIAN KROMO ADALAH MESIN UANG YANG CIAMIK SAAT INI!

bRAVOOOO!!!








Bersama pak Kromo dan anknya mas Roni.......

Selasa, 2 Mei 2017





Peristiwa itu terjadi beberapa tahun silam, namun masih ingat di dalam pikiran saya. Peristiwa yang merubah diri saya total dari seorang yang cuman bermain bibit aja menjadi pedagang profesional.
Waktu itu saya mengirim satu bak mobil pick up L300 yang berisi ratusan bibit durian terbaik yaitu durian raksasa Bawor, berdasarkan pesanan seorang pejabat tinggi yang tinggal di kawasan elit Bekasi. Orang itu begitu terkenalnya sehingga saya merasa tidak memerlukan DP untuk pengirimannya. Dan itu kesalahan fatal saya.

Akibatnya bisa ditebak, ada kejutan yang menanti saya! Sesuai janjian waktu, ehh saya disambut langsung beliau dengan garangnya di pintu gerbang rumah mewahnya. Beliau berteriak dengan tidak sopannya:

"Mundur, mundur trus balik dan segera pergi dari sini!!"

Kami bener2 kaget dan tidak bisa berbuat apa2 selain menuruti perintah beliau. Namun saking shock dengan peristiwa mendadak itu....saya justru nggak nyadar turun dan mendekati beliau. Mungkin karna saya lebih takut lo nggak bisa bayar utang daripada digertak beliau. Saya nggak bisa bayangkan apabila saya nggak bawa pulang uang. Bahan bakar mobil aja tinggal sedikit. Oh nasib.....

Kayak bisa mbaca wajah saya saat itu, beliaupun ngomong:

"Kamu jangan takut......akan saya bayar semua ongkos kirim kamu ke sini!!". Mungkin saya sudah merasa sedikit lega, namun bukan itu yang meresahkan saya. Tapi apa yang menyebabkan pembatalan mendadak dan cuma sepihak ini? Keringat saya bercucuran nggak kerasa. Rasanya mau nangis pulak, nyesel bener! Siapa yang akan bayar utang saya? Saya langsung nyrocos bertanya soal penyebabnya itu dan dijawab:

“Tadi pagi istri saya bilang, dia tidak mau membayar onggokan daun-daun yang harganya kok sebanding dengan motor gede itu?”

“Onggokan daun, pak? Bukankah Anda memesan pabrik buah durian raksasa?”

“Pabrik??” Dia melotot tak percaya. Saya tersenyum deg-degan, berhasilkah trik saya ini? Soalnya saya tahu persis bahwa selain pejabat, dia juga jagoan investor di beberapa sektor industri. Jadi saya mencoba memancing dengan berbicara menurut bahasa beliau.

“Yap. Anda ingat….Anda telah bercerita ke saya panjang lebar, pak…. bahwa Anda menginginkan bisa memproduksi durian enak di lahan milik Anda yang berhektar-hektar itu sehingga Anda bisa membagikan durian2 terlezat itu ke relasi-relasi Anda dan selebihnya bisa Anda jual ke minimarket2 milik Anda sendiri. Ingat, pak? Dan pabrik durian ini jelas akan jauh nilainya dibanding sekedar motor gede?” Meski nadanya saya masih belepotan gemetaran, namun beliau mengangguk setuju.

Saya pun segera mengangkat kail itu cepat, “Bayangkan pak…betapa bahagianya teman-teman deket Anda ketika menikmati durian Bawor yang terkenal kaya rasa pilihan ini, yang merupakan campuran rasa dari 26 durian top nusantara. Ada pahit durian Kumbokarno namun tergulung oleh manis legit durian Petruk yang menggigit. Edun….mana dagingnya tebel pulak. Dijamin lidah mereka muter2 keenakan, pak!!! Dan yang luar biasanya…..durian itu dihasilkan dari lahan milik orang sepenting Anda, pak! Mereka jlas bangga, mereka semua akan mengagumi kenikmatan tiada tara yang dirasakan cuma dari durian bapak itu”

Dia manggut2 kayak robot. Saya langsung menyuruh sopir saya bergegas masuk gerbang….selekasnya.

Ya Allah terima kasih!!!

NB: Peristiwa itu membuat saya angkat topi tinggi2 ke pak Sarno….marketer awal durian raksasa Bawor ……selain dia tak bosan-bosannya mengedukasi pasar apa kelebihan durian raksasa Bawor ini termasuk bibit durian Bawor dengan kaki gandanya…..dia pasti pernah mengalami penolakan menyakitkan seperti saya di atas, bahkan fitnah2 yang menghujam. Semoga beliau trus ikhlas. Bravo!!!

Isnin, 6 Jun 2016





 
Bagaimana mungkin ada durian yang beratnya bisa mencapai 16 Kg seperti durian Bawor ini, jelas sulit dipercaya akal kan? Namun sesungguhnya yang paling mengherankan bukan itu, justru rasanya yang bawor (campur bawur) itu yang bikin lidah kita serasa berwisata di langit ke tujuh ketika menikmatinya. Wow...sangat nikmat!
Trus mungkin dipikiran Anda akan bertanya: siapakah juru masaknya yang bikin rasa durian jadi nano-nano begitu?

Adalah seorang petani durian bernama Sarno dari Banyumas yang mestinya bertanggung jawab. Caranya dia nekad memberi kaki-kaki yang banyak pada pohon duriannya. Menurut ilmu sederhana dari kursus yang dia dapat, kalau 1 kaki mempengaruhi 5 % rasa, bagaimana kalau kakinya berjumlah 26? Bayangkan 130 % rasanya akan berubah. Maka dipilihnya durian-durian kesohor seperti Kumbo Karno (pahit), Petruk (manis), Kuning Mas (legit), Si Tokong (mentega) dan lain-lain sebagai kaki pilihan. Hasilnya selain ukuran buahnya jadi meraksasa, daging buahnya yang berwarna kuning orange juga tebal dengan bijinya yang kecil mungil, dan rasanya itu lho....berubah total menjadi begitu terasa menggigit.....bayangkan, ada puluhan rasa dalam satu buah durian. Woalahh bune.....


TERSEDIA Bibit "Vigor" durian-durian Super 085226947434

INSTAGRAMKU@sulismono_channel